{[['
']]}
Arema ISL harus menelan kekalahan ketiganya dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012/2013.
Arema ISL kembali kalah dalam laga away, setelah takluk dengan skor 1-0 dari tim tuan rumah PSPS Pekanbaru (12/02/2013).
Hasil pahit tersebut cukup diterima oleh pelatih Arema ISL, Rahmad Darmawan. Meski ada beberapa keputusan wasit yang dipertanyakan oleh kubu Arema ISL. Menurut pelatih yang akrab disapa dengan RD ini, timnya harus mendapatkan hadiah pinalti setelah pemain belakang PSPS, Ambrizal menyentuh bola dengan tangannya di kotak pinalti.
“Ada satu momen yang seharusnya kita dapat pinalti. Ambrizal tadi menahan dengan tangan, tapi saya harus respek terhadap keputusan wasit. Tapi memang seharusnya ada satu pinalti tadi,” tandasnya.
Selain itu, perpanjangan waktu yang diberikan wasit juga tidak sesuai. “Seperti juga injury time, disebutkan 7 menit, tapi hanya 6 menit. 45 menit seharusnya berhenti di menit ke- 52, tapi di menit ke-51 sudah berhenti”, ujar RD saat konferensi pers.
Namun mantan pelatih Sriwijaya FC ini menegaskan bahwa timnya tetap menerima segala keputusan yang diambil oleh sang pengadil lapangan tersebut. RD juga menyampaikan selamat kepada PSPS atas kemenangan yang diraihnya.
“Tapi sekali lagi saya tegaskan, apapun keputusan wasit harus saya hargai. Saya juga harus mengucapkan selamat kepada para pemain PSPS yang hari ini jeli dalam mencetak gol, dan meraih poin maksimal,” pungkasnya.
Sementara itu, kubu tuan rumah PSPS bersyukur atas kemenangan melawan Arema ISL. Asisten pelatih PSPS, Afrizal menyatakan bahwa kemenangan pertama yang diraih timnya kali ini merupakan buah dari kerja keras anak asuhnya.
“Tentu kemenangan ini patut kita syukuri ya. Kemenangan pertama setelah lima partai. Di partai pertama kita malah takluk di kandang sendiri. Jadi alhamdulillahh di pertandingan kandang ketiga ini kita bisa menang, dengan kerja keras pemain yang luar biasa,” katanya.
