{[['
']]}
Untuk meningkatkan potensi pendapatan dari tiket, mulai lawan Persisam, Kamis lusa (7/2), Panpel Arema Indonesia akan memberlakukan tiket berbentuk gelang. Menurut, Ketua Panpel Arema Indonesia, Abdul Haris, kemarin, Panpel telah melakukan kordinasi dengan produsen tiket gelang untuk melakukan persiapan pemberlakuan tiket gelang tersebut.
“Karena ini awal, tentu masih banyak kekurangan, tapi kekurangan itu kita minimalisir, agar dilapangan saat penerapannya minim kesalahan,”ujar Haris. Dijelaskannya, tiket model gelang sebenarnya bukan hal baru, tapi warga Malang yang sering berkunjung ke tempat rekreasi di Malang atau di Batu banyak dijumpai. Namun, ini masih menjadi hal yang pertama di sepak bola Indonesia, utamanya di ISL, termasuk di Arema sendiri yang melibatkan puluhan ribu penonton.
Karena itu, lanjut Abdul Haris, akan dilakukan beberapa tahapan sosialisasi. Kemarin, sosialisasi dilakukan untuk internal panpel arema. Selanjutnya, dilakukan besok ( hari ini,red) kepada perwakilan Aremania, petugas portir dan petugas Dispenda. Tujuannya, adalah ketika dilapangan, beberapa prosedur dapat dijalani untuk mengurangi angka kebocoran tiket.
Lewat tiket gelang ini, pengawasan soal distribusi sekaligus penggunaan tiket bisa melekat pada pribadi penonton. “ Jadi akan kelihatan, siapa yang tidak pakai gelang di stadion, bisa diindikasikan masuk tidak bertiket, karena itu sanksinya adalah sanksi moral, akan malu masuk bila gelang tidak terpakai di tangan,”ujarnya.
Untuk itu, baik penonton, aremania dan petugas wajib memastikan bahwa tiket itu harus terpakai di tangan saat masuk dan berada di dalam stadion, dan kalau bisa sampai laga berakhir. Tiket dianggap legal, tegas Haris, setelah petugas menyobek kupon undian di bagian pinggir tiket. “ Panpel menyarankan agar penonton atau Aremania tidak memasang sendiri tiketnya ke tangan. Sebab, bila dipasang sendiri, dan ternyata kupon undian yang mestinya disobek petugas hilang, maka kerugian buat Aremania. Satu, tidak dapat ikut serta dalam undian, kedua terpaksa petugas harus memeriksa keaslian tiket, karena sobekan kupon itu salah satu bukti keaslian tiket,”paparnya.
Diungkapkan Haris, jenis tiket gelang sejauh ini sulit untuk dipalsukan, karena tiket dibekali dengan beragam kode sekuriti. Kendati, bentuknya agak kecil dibanding jenis tiket lainnya, tapi full kode sekuritinya. Tiket dibuat dari bahan susah sobek, juga tahan air, dan memiliki sensor UV ( ultraviolet ) di bagian tertentu, dan sifatnya sekali pakai bila dipaksa dilepas maka akan rusak.
Berbeda dengan tiket manual sebelumnya, untuk melayani pemasangan tiket gelang, dibutuhkan tambahan personil, di 18 pintu masuk di stadion, khusus untuk pintu masuk ekonomi masing-masing akan disiapkan 4 personil khusus yang bertugas memasang tiket di tangan, dan pengecekan fisik tiket dengan menggunakan lampu ultraviolet.
Untuk mensosialisasikan tiket gelang ini, maka panpel akan memasang spanduk di tiap pintu, juga mensosialisasikan kepada media, termasuk nanti saat pengambilan tiket oleh korwil, akan diberikan lembar sosialisasi tentang bagaimana prosedur masuk stadion dengan menggunakan tiket gelang.
Salam Satu Jiwa

+ komentar + 1 komentar
Pertama kali di Indonesia, tiket sepakbola pakai tiket gelang. Juragan Gelang bangga produknya dipakai oleh Arema Indonesia. Liat koleksi kami di http://www.juragangelang.com