{[['
']]}
Pelatih
Arema Indonesia, Rahmad Darmawan, mengakui bahwa tim asuhannya hingga
kini belum sesuai harapan. Skuad berjuluk Singo Edan itu, menurutnya
masih labil sehingga hasil yang diraih tidak konsisten.
Akan tetapi, RD, sapaan akrab Rahmad Darmawan, masih bisa
memaklumi. Persiapan yang tak berjalan lancar, disebutnya menjadi
penyebab kegagalan Arema terus mencatatkan hasil baik.
"Persiapan kita berjalan tidak baik. Contohnya, pemain yang datang ke
Arema waktunya tidak bersamaan dengan pemain lain. Misalnya, ketika
kami sedang melakukan persiapan, Cristian Gonzales baru datang,
selanjutnya Greg Nwokolo datang," kata Rahmad Darmawan di Jakarta, Jumat
(8/2).
"Dengan situasi seperti itu, masih ada beberapa pemain yang masih
perlu lebih saling kenal satu sama lain," sambung eks pelatih Persipura,
Persija, Sriwijaya FC itu.
Dalam enam pertandingan yang sudah dijalani, Arema hanya menuai empat
kemenangan. Keempatnya diraih ketika Arema bermain di kandang di
Stadion Kanjuruhan, Malang, masing-masing melawan Persidafon (5-2),
Persiram (3-0), Mitra Kukar (3-1), dan Persisam (3-1).
Adapun dua pertandingan sisa berakhir dengan kekalahan 0-1
masing-masing saat melawat Barito Putera di Stadion Martapura (20/1) dan
Persiba Balikpapan. Bisa dibilang, catatan yang dibukukan ini
menempatkan Arema untuk sementara sebagai salah satu tim jago kandang.
"Ya memang, kami bisa menang empat kali di kandang, tapi pasti kami
bisa memetik kemenangan di laga away. Kenapa saya bilang demikian?
Karena saya melihat pada dua laga away kemarin, tim sangat mendominasi
permainan. Lawan Barito misalnya, kami punya enam peluang, sementara
Barito hanya dua peluang dan memasukan satu."
"Saya tidak ingin katakan sebagai faktor keberuntungan, tapi para
pemain belum menggunakan ritme dengan baik. Mereka sangat bernafsu
sehingga terburu-buru," sambungnya.
Selanjutnya, Arema sendiri akan berkunjung ke Pekanbaru, Riau. Di
sana, Singo Edan akan menghadapi PSPS Pekanbaru pada Selasa (12/2).
Menurut RD, skuadnya akan mencoba meraih kemenangan sekaligus mematahkan
julukan sebagai tim jago kandang.
"Saya telah melihat empat pertandingan PSPS dan melihat permainan
mereka tak pernah jelek. Yang jelek adalah penyelesaiannya. Itu pula
yang membuat mereka baru mencetak dua gol. Tapi, secara permainan saya
lihat baik. Pada laga melawan Mitra Kukar misalnya, mereka bisa
mengurung selama satu babak."
"Yang jelas, kami pasti menargetkan dapat poin. Keinginannya mendapat poin penuh. Untuk peluang, saya kira terbuka," ujarnya.
