{[['
']]}
Supremasi Arema Indonesia masih belum tergoyahkan kala melakoni laga kandang, menjamu Persisam Samarinda, di Stadion Kanjuruhan, sore kemarin (7/2).
Singo Edan berhasil memetik tiga poin usai mematahkan sayap Elang Borneo, julukan Persisam dengan skor meyakinkan 3-1.
Tiga gol dicetak oleh Greg Nwokolo menit 20 dari titik penalti, Sunarto menit 33 serta Keith Kayamba, lagi-lagi dari pinalti menit 41. Sementara, Persisam memperkecil margin gol lewat penalti defender Pierre Njanka menit 32.
Praktis, kemenangan ini menjaga rekor tak terkalahkan Arema selama berlaga di kandang sejak Indonesia Super League 2012-2013 digelar.
Bukan hanya menjaga keperkasaan di Stadion Kanjuruhan, Sunarto dkk juga berhasil naik ke puncak tertinggi klasemen ISL dengan 12 poin dari 6 pertandingan, menyamai Mitra Kutai Kartanegara yang berpoin sama dari hasil 5 kali bertanding.
Namun, dua selisih gol yang diciptakan dalam pertandingan sore kemarin membuat Arema berdiri di atas Mitra Kukar di papan klasemen.
Tim berlogo singa unggul selisih 7 poin margin gol dengan rekor mencetak 14 gol dan kemasukan 6 gol.
Sementara, Mitra Kukar hanya punya margin gol 3 poin. Otomatis, Arema langsung menduduki singgasana utama ISL.
Namun, meski berdiri gagah di puncak, headcoach Rahmad Darmawan sepertinya tak terlalu berharap bisa terus di puncak, setidaknya usai pertandingan Mitra Kukar lawan Gresik United yang dilangsungkan sore ini.
“Saya belum berpikir panjang soal klasemen, saya hanya bersyukur kita menang, kalau hari ini kita nomor satu, ya mudah-mudahan pertandingan besok gak jadi (Mitra Kukar vs Gresik United,red), sehingga kita agak lama memimpin klasemen ISL,” kelakar RD usai pertandingan.
Guyonan pelatih berusia 46 tahun yang terceletuk begitu saja ini cukup wajar. Arema hanya punya waktu memimpin klasemen ISL hingga sore hari ini. Apapun hasil pertandingan antara Mitra Kukar melawan Gresik United, Arema tetap akan terjungkal dari puncak klasemen ISL.
“Karena kalau besok draw, kita pasti kegusur lagi, kalau salah satu menang, kan kita juga pasti turun. Tapi, apapun, kemenangan ini adalah langkah awal baik bagi tujuan panjang kita memimpin klasemen ISL,” tutur RD.
Menilai performa anak-anak asuhnya saat melawan Pesut Mahakam, julukan lain Persisam, tactician asal Metro Lampung ini melihat dominasi Arema hanya terjadi saat babak pertama saja.
Pada babak pertama, semua gol dan peluang emas terjadi. Termasuk sontekan Sunarto yang tak bisa ditepis kiper Usman Pribadi. Tapi, pada babak kedua, Arema terlihat menurun performanya dan bisa diimbangi oleh Pierre Njanka dkk yang ingin berburu peluang mencuri gol tambahan untuk memperkecil ketertinggalan.
”Babak dua kita seimbang, peluang emas hanya terjadi dua kali saja di babak dua, yakni penetrasi Greg dan Kayamba,” tutur RD.
Pelatih berlisensi A AFC ini bakal melakukan evaluasi dan pembenahan teknis. Hanya saja, RD tidak melihat adanya perbedaan motivasi dan semangat dari Munhar dkk.
Mantan pelatih Persija itu melihat motivasi dan kengeyelan Arema masih sama seperti saat merobohkan keperkasaan Mitra Kukar dengan kemenangan 3-1, Minggu lalu.
Yang membuat teknis menurun hanya soal kondisi lapangan yang membuat strategi tidak efisien
” Hari ini hanya beda secara teknis, karena kondisi lapangan beda, selain itu, beberapa keputusan yang kurang efisien adalah suka passing ke dalam, padahal, di tengah terlalu banyak pemain Persisam, seharusnya melebar ke sisi sayap lapangan,” pungkas RD.
